Home  /  Tentang kita  / Efek Gombalisasi (catatan kecil tentang PKN)

Efek Gombalisasi (catatan kecil tentang PKN)


PKNHari ini Rame tentang PKN (Kalau belum mengerti apa itu PKN tolong googling aja ya…), di berita, dan social media, BBM dan media lainnya semua heboh beberapa Obrolan di Group WA beberapa broadcast langsung disebarkan , tanpa melihat dari mana asal dan konten “pokok”nya Tolak dengan emosi , beberapa ada yang kasih berita kalau ngeliat bisnya langsung blokir aja , atau beberapa temen – temen mahasiswa langsung kasih komando kalau bis masuk Universitas laporin ke kita …

Waduh ..waduh , ini ono opo yo… ??? , saya sebenernya miskin berita maklum saja TV sudah “haram” dirumah saya , bukannya menganut paham ekstreem atawa golongan tertentu, saya Cuma ingin melindungi keluarga saya dari banyak yang tidak bermanfaat dari TV , “Berita kan bagus?? “ ya saya bisa buka detik di smartphone saya, “Kartun atau hiburan buat anak2..??” Ya masih banyak cara atau mainan edukatif lain selain nonton sinetron atawa kartun , kalo mentok beli VCD aja yang sudah saya sensor ….

Nah balik lagi ke soal PKN, beberapa hal yang saya dapat ambil hikmah dari ini selain makin bejatnya Negeri ini , dan kewajiban kita sebagai orang tua yang semakin berat dalam melindungi keluarga kita dari fitnah akhir zaman sangat sesuai denga sabda Rosulullah :

Nabi SAW. bersabda: “Bersegeralah beramal sebelum datangnya fitnah seperti sepenggalan malam yang gelap gulita, seorang laki-laki diwaktu pagi masih mukmin dan diwaktu petang telah menjadi kafir, dan diwaktu petang masih beriman dan paginya menjadi kafir, ia menjual agamanya dengan kesenangan dunia” (Riwayat Ahmad – 8493)

Rasulullah SAW bersabda: “Sungguh, kalian benar-benar akan mengikuti tradisi atau kebiasaan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, sehingga sekiranya mereka masuk ke dalam lubang biawakpun kalian pasti akan mengikuti mereka.” Kami bertanya; “Wahai Rasulullah, apakah mereka itu kaum Yahudi dan Nasrani?” Beliau menjawab: “Siapa lagi kalau bukan mereka.” (Riwayat Muslim – 4822).

Berhati – hati menggunakan informasi

Awalnya saya hanya mendapat informasi bahwa akan ada PKN di awal Bulan Desember ini , tapi begitu banyaknya informasi dan berita yang masuk lewat BBM, facebook, tweeter dan media informasi lainnya , orang yang tadinya sangat awam dengan berita ini kemudian menjadi “sangat” paham sampai warna mobil bisnya, poster yang terpampang sampai isi dari Bis yang mengkampanyekan PKN dalam waktu kurang dari 8 jam …. Luar Biasa…

Broadcast yang disebar tanpa editan dalam group BB atau social media lainnya membuat tiba – tiba group yang tadinya santun menjadi berbahasa Vulgar…disadari atau tidak , dan juga ini kemudian akan menjadikan kampanye besar- besaran untuk PKN , orang yang cakap agamanya akan menjadi resisten namun buat yang tidak ?? mungkin malah ikutan ngantri karena dapat info gress…

Sikap kaum Muslimin menghadapi fitnah

Sabda Rosulullah :

“Kelak akan ada banyak kekacauan dimana di dalamnya orang yang duduk lebih baik daripada yang berdiri, yang berdiri lebih baik daripada yang berjalan, dan yang berjalan lebih baik daripada yang berusaha (dalam fitnah). Siapa yang menghadapi kekacauan tersebut maka hendaknya dia menghindarinya dan siapa yang mendapati tempat kembali atau tempat berlindung darinya maka hendaknya dia berlindung.” (HR. Al-Bukhari no. 3601 dan Muslim no. 2886)

Sebagai bentuk kesempurnaan Islam dan besarnya kasih sayang Nabi shallallahu alaihi wasallam kepada umatnya, tatkala beliau mengabarkan bahwa fitnah dan kekacauan pasti akan menimpa umat ini, maka beliaupun menjelaskan secara gamblang jalan-jalan untuk menghindar atau berlepas dari fitnah dan kekacauan ini.

Di antara jalannya adalah:

a. Semaksimal mungkin menjaga diri dari hubungan dengan manusia jika memang tidak diperlukan. Hal itu karena beliau memuji orang yang menjauh dari tempat berkumpulnya manusia guna menjaga agamanya dari fitnah.

b. Menjauhkan dirinya dari hal-hal yang bisa mengganggu orang lain, baik dengan menjaga lisannya maupun menjaga tangannya dari hal-hal yang bisa menyakiti orang lain

c. Tidak terjun dan ikut-ikutan dalam fitnah tersebut.

d. Berlindung dan menjauhi fitnah tersebut.

sikap di atas berlaku untuk siapa saja, baik dia seorang alim apalagi jika dia orang yang jahil terhadap agamanya, baik dia orang yang kuat apalagi orang yang lemah. Karenanya siapa yang diperhadapkan kepada fitnah dan kekacauan maka jangan sampai rasa penasaran dan keingintahuannya menghancurkan dirinya dengan mencoba untuk terjun di dalamnya. Karenanya siapa yang sudah masuk ke dalam fitnah maka hanya Allah yang bisa mengeluarkannya darinya.

Semoga Allah ta’ala menjaga diri dan keluarga kita dari Derasnya Fitnah dan Cobaan akhir Zaman ini

Wallahu A’lam Bishowab…

Related Post


Kebajikan Berantai
Kebajikan Berantai

Ini adalah sebuah kejutan buat saya ketika memeriksa tas ananda…

Kesabaran Ummul Mukminin Yang terbakar fitnah (Sebuah Pelajaran Kehidupan)
Kesabaran Ummul Mukminin Yang terbakar fitnah (Sebuah Pelajaran Kehidupan)

  Berita bohong itu dihembuskan oleh Abdullah bin Ubay bin…

Belajar Bahagia dari Singkatnya Usia..
Belajar Bahagia dari Singkatnya Usia..

Hidup itu Terlalu Singkat, Berbahagialah.   Ketika saya berturut-turut mengurus…

Empat Perkara yang Menyebabkan Manusia Kekal di dalam Neraka
Empat Perkara yang Menyebabkan Manusia Kekal di dalam Neraka

Bismillahirohmannirohiim..... Betapa kemudian kita sering meminta syurga namun khilaf kalau…





Add Comment


Your email address will not be published. Required fields are marked *