Home  /  Tentang kita  / Empat Perkara yang Menyebabkan Manusia Kekal di dalam Neraka

Empat Perkara yang Menyebabkan Manusia Kekal di dalam Neraka


Empat Perkara yang Menyebabkan Manusia Kekal di dalam Neraka

Bismillahirohmannirohiim…..

Betapa kemudian kita sering meminta syurga namun khilaf kalau perbuatan kita mnampakkan bahwa kita menginginkan neraka …

 

إِلَّآ أَصۡحَـٰبَ ٱلۡيَمِينِ (٣٩) فِى جَنَّـٰتٍ۬ يَتَسَآءَلُونَ (٤٠) عَنِ ٱلۡمُجۡرِمِينَ (٤١) مَا سَلَڪَكُمۡ فِى سَقَرَ (٤٢) قَالُواْ لَمۡ نَكُ مِنَ ٱلۡمُصَلِّينَ (٤٣) وَلَمۡ نَكُ نُطۡعِمُ ٱلۡمِسۡكِينَ (٤٤) وَڪُنَّا نَخُوضُ مَعَ ٱلۡخَآٮِٕضِينَ (٤٥) وَكُنَّا نُكَذِّبُ بِيَوۡمِ ٱلدِّينِ (٤٦) حَتَّىٰٓ أَتَٮٰنَا ٱلۡيَقِينُ (٤٧)

 

“Kecuali golongan kanan, berada di dalam syurga, mereka tanya menanya, tentang (keadaan) orang-orang yang berdosa, “Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?” Mereka menjawab: “Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat, dan kami tidak (pula) memberi Makan orang miskin, dan adalah kami membicarakan yang bathil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya, dan adalah kami mendustakan hari pembalasan, hingga datang kepada kami kematian”. (QS. Al Mudatstsir : 39 – 47)

Setiap manusia bertanggung jawab dengan segala apa yang diperbuatnya. Allah telah menjelaskan kepada manusia jalan kebenaran yang bisa ditempuhnya dengan segenap kesadaran. Pada kenyataannya manusia ada yang memilih jalan yang sesuai dengan petunjuk Allah, ada juga yang memilih jalan lain. Ada yang sepenuh hati mengambil Allah sebagai tujuan hidupnya. Ada yang masih setengah jalan. Ada pula yang sama sekali melupakan segala petunjuk kebenaran Allah.

Kelak di akhirat setiap manusia diganjar sesuai dengan apa yang mereka kerjakan. Maka Allah mengumumkan keberuntungan golongan kanan, yang mengambil Allah sebagai tujuan hidupnya. Golongan kanan ini terlepas dari segala belenggu dan ikatan. Mereka juga dibebaskan dari tanggung jawabnya terhadap orang-orang yang berdosa, dari tempat kembali yang mereka dapatkan.

Sayyid Qutb dalam Fi Zhilalil Qur’an menuliskan, lepas dan bebasnya golongan kanan dari tanggung jawab dan ikatan itu terserah kepada karunia Allah yang telah memberi berkah kebaikan kepada mereka dan melipatgandakannya. Pengumuman serta penampilan dari apa-apa yang mereka dapatkan dari surga ini membuat orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah, melihat diri mereka dalam posisi yang sungguh hina. Golongan kanan yang dahulu di dunia dicela dan dihinakan mendapat posisi yang mulia dan terhormat.

Lalu yang kemudian terjadi, golongan kanan itu diberi karunia oleh Allah untuk melihat orang-orang yang berada di dalam neraka. Mereka melihat orang-orang yang mereka kenal dan dahulu di dunia kerap kali mengejek mereka, berada dalam posisi yang demikian hina. Mereka bertanya-tanya mengapa orang-orang itu berada di dalam neraka. Seperti dalam surat Al Mudtstsir : 43-47, orang-orang itu menjawab ada empat hal yang membuat mereka kekal di dalam neraka.

 

  1. Tidak melakukan shalat.

Hal ini menyiratkan jika shalat itu berkaitan dengan keimanan secara keseluruhan. Shalat   merupakan implementasi dari aqidah. Pengingkaran terhadap kewajiban shalat merupakan kekufuran dan terlepas dari barisan kaum mukminin.

  1. Tidak mau memberi makan orang miskin

Ini merupakan tindak lanjut dari keimanan. Tidak mau memberi makan pada orang

miskin merupakan tindakan dari orang-orang yang sombong.

  1. Membicarakan yang bathil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya

 

Sayyid Qutb mengartikannya dengan mencari –cari kebatilan yang digunakan untuk

mengingkari dan mencela ayat-ayat Allah. Ayat ini menerangkan keadaan mereka yang selalu meremehkan urusan akidah dan keimanan. Mereka menjadikan ayat-ayat Allah sebagai sasaran pelecehan dan permainan dan menjadikannya bahan ejekan dan gurauan. Padahal urusan akidah ini merupakan urusan yang serius dan paling penting dalam kehidupan manusia.

 

  1. Tidak percaya pada hari akhir.

Inilah yang menjadi pangkal bencana tersebut. Orang yang mendustakan hari pembalasan niscaya akan rusaklah semua timbangan. Aidh Al Qarni mengatakan, percaya pada hari akhir merupakan pondasi dari iman, akhlak, dan karakter manusia.

 

Orang-orang yang berdosa itu mengatakan, “Kami berada dalam kondisi seperti ini, tidak mau mengerjakan shalat, tidak mau memberi makan orang miskin, membicarakan hal bathil bersama orang-orang yang membicarakannya dan mendustakan hari pembalasan …. Hingga datang kepada Kami kematian”. (QS. Al Mudatstsir : 47)

 

Kematian yang akan memutuskan segala tindakan kekufuran itu. Kematian tidak memberikan sedikitpun kesempatan untuk penyesalan, bertaubat dan melaksanakan amal shaleh. Pada saat itu segala penyesalan tidak berarti. Selagi masih ada waktu mari kita perbaiki hidup kita.

 

semoga Allah ta’ala menjauhkan kita dari perbuatan – perbuatan diatas.. Amiien…

Related Post


Terimakasih Guru hebatku ….
Terimakasih Guru hebatku ….

Kemarin lihat banyak status temen di Facebook , pada ngucapin…

Karena Abdi Negara Adalah Kemuliaan dalam Kesederhanaan
Karena Abdi Negara Adalah Kemuliaan dalam Kesederhanaan

Sekelumit Kehidupan di Perantauan tulisan dari Bu sylvie semoga kita…

Efek Gombalisasi (catatan kecil tentang PKN)
Efek Gombalisasi (catatan kecil tentang PKN)

Hari ini Rame tentang PKN (Kalau belum mengerti apa itu…

Kebajikan Berantai
Kebajikan Berantai

Ini adalah sebuah kejutan buat saya ketika memeriksa tas ananda…





Add Comment


Your email address will not be published. Required fields are marked *