Home  /  Tentang kita  / Karena Abdi Negara Adalah Kemuliaan dalam Kesederhanaan

Karena Abdi Negara Adalah Kemuliaan dalam Kesederhanaan


Karena Abdi Negara Adalah Kemuliaan dalam Kesederhanaan

Sekelumit Kehidupan di Perantauan

tulisan dari Bu sylvie semoga kita bisa belajar dan mengambil hikmah darinya

(sumber : http://sylviekatharine.tumblr.com/post/78489539854/sekelumit-kehidupan-di-perantauan-ketika-keluarga)

perantauan1 perantauan5 perantauan4 perantauan3 perantauan2

Ketika keluarga tak dapat ikut serta dibawa ke tempat mutasi yg baru. Dengan bbrp pertimbangan krusial untuk masing-masing keluarga. Beberapa rekan kerja ayah yang laki-laki, baik yg masih lajang maupun yg sudah berkeluarga. Mereka tinggal dalam satu atap di mess pegawai yg sesungguhnya asset kantor lama milik DJP. Jujur namun sedikit pilu bahwa nyatanya pegawai DJP memang tidak difasilitasi mess pegawai ataupun rumah tinggal. Kantor lama inilah yg disulap menjadi mess sederhana dgn partisi tripleks. Sangaaat sederhana..

Di sela-sela mengantar seorang teman sekantor yg akhirnya pindah dari kontrakan nenek karena krisis air menuju mess pegawai tsb yg masih tersedia pasokan air bersih.

Sore itu, seorang pegawai senior sedang membersihkan bbrp ekor burung hasil buruan utk lauk warga mess. Beliau menunjukkan jg tangkapan belut dan gabus. 3 ekor burung belibis pun hasil buruan dipelihara di dalam kandang. Beliau berkata sesekali berburu burung dan ikan dengan perangkap jaring. Dan tentu saja hasil tangkapannya utk dikonsumsi bersama-sama penghuni mess pegawai.

Tetiba muncul perasaan haru, sedih dan bangga campur aduk memenuhi relung hati. Seperti inilah kenyataan kehidupan para abdi negara, pegawai pajak yg sering di bully media massa akibat ulah oknum bbrp pegawainya yg mencoreng noda hitam mjd aib departemen keuangan. Walau nyatanya ribuan jmlnya para pegawai yg tersebar di seluruh wilayah indonesia hidup bersahabat dengan segala keterbatasan demi mencari nafkah yg halal bagi keluarganya.

Dengan kondisi kehidupan Mess yg begitu ala kadarnya, kami masih memperoleh buah tangan dari kunjungan kami kesana. Sebungkus besar krupuk dan satu plastik jeruk kunci khas belitung hasil panen menjadi oleh-oleh. Kayla dan Danish ; anak2 kami pun sudah mengenal baik bbrp penghuni mess yg dulu tetangga satu kontrakan dgn kami. Hidup di mess mmg lbh hemat krn tdk ada biaya sewa, mereka patungan utk membayar listrik dan makan yg dikoordinir bersama. Ayah berkata kepada saya; “Inilah potret kehidupan pegawai pajak yg sesungguhnya, Bundaa..”

Tertulis dgn huruf besar di bagian bangunan mess tsb: “Pajak Anda Membangun Bangsa”.

Related Post


Kebajikan Berantai
Kebajikan Berantai

Ini adalah sebuah kejutan buat saya ketika memeriksa tas ananda…

Wanita yang do’anya Tembus ke Arsynya Allah
Wanita yang do’anya Tembus ke Arsynya Allah

Dikisahkan Amirul Mukminin Umar bin Khattab r.a sedang berjalan bersama…

Efek Gombalisasi (catatan kecil tentang PKN)
Efek Gombalisasi (catatan kecil tentang PKN)

Hari ini Rame tentang PKN (Kalau belum mengerti apa itu…

Zuhudnya Sang Singa Padang Pasir
Zuhudnya Sang Singa Padang Pasir

  Suatu hari Hafshah binti Umar datang menemui Umar bin…





Add Comment


Your email address will not be published. Required fields are marked *