Home  /  Tentang kita  / Kebajikan Berantai

Kebajikan Berantai


Kebajikan Berantai

berbagiIni adalah sebuah kejutan buat saya ketika memeriksa tas ananda Kayla (-putri Bu Sylvie) sepulangnya dari sekolah. Saya temukan kotak bekal yang kemarin kami isi donat buatan sendiri tuk sang ibu guru sesaat Kayla pergi les di rumah beliau. Ketika saya angkat mengapa terasa berat yaa? Ternyata sang ibu guru mengembalikan kotak bekal milik Kayla kemarin, ditambah isi makanan buatan beliau berupa; nasi, telur dadar & mie goreng yg ditata apik lengkap dengan sebuah sendok plastik. Subhanallah, balasan yg kami dapat ini jauuuh lebih baik dari sekedar 2 potong donat seadanya dari kami, itu pun karna Kayla yang memaksa saya berbagi utk ibu guru agar beliau bisa ikut mencicipi makanan buatan bundanya. Semua berawal karna Kayla bercerita di kelas tentang ibunya yang juga pintar membuat camilan pada sesi pelajaran di kelas yang membahas tentang pentingnya menjadi anak pintar.Heuheuuuu ternyata ini efek putriku yag terlalu narsis berlebihan pada bundanyaaaa..

Beberapa bulan sejak kepindahan kami di Belitung, karakter penduduk setempat memang memiliki keseragaman perilaku tentang bagaimana pola interaksi antara satu dengan yang lainnya. Dari Nenek pemilik kontrakan, nenek angkat kami, teman-teman sekantor ayah yang sekaligus tetangga satu kontrakan kami di sini juga ibu guru Kayla di SDN 9 Tanjung Pandan. Ketika kami berbagi makanan maka dilain kesempatan mereka pun membalas kebaikan kami. Silih berganti saling berbalas.

Yang menarik dari saling berbalas kebaikan ini adalah selalu datang disaat yang tepat, entah pada saat kami tidak memasak, tak mampu keluar rumah karna cuaca yg tidak mendukung atau bahkan saat sedang sangat membutuhkan. Hati kami seperti terkoneksi satu dengan yang lain. Ada perasaan damai dan tentram yg menghiasi keseharian kami di Belitung. Tak terhitung sudah begitu banyak makanan, bantuan, pertolongan yang sudah kami peroleh dari orang-orang di sekitar kami. Disetiap kesempatan, saat berkunjung ke suatu tempat baru bahkan dengan orang-orang yang belum kami kenal sebelumnya, kebaikan yang ada terus berbekas terasa sangat menyejukkan dan meluruhkan segala kepenatan jiwa.

Yup, dari sini kami belajar bahwa kebahagiaan itu nyatanya sangat mudah, dekat dan sederhana. Dengan saling berbagi kebaikan,maka ia akan bertransformasi dengan wujud yang lebih baik dan menebarkan rasa bahagia bagi satu sama lainnya. Seperti Alam yang mengajarkan indahnya berbagi tanpa jemu dan tanpa henti. Berbagi kebaikan tidak mengurangi yang ada namun justru membuat nilainya makin besar terus berantai, bergulung bagai efek bola salju. Essensi keindahan dari berbagi kebaikan yang diiringi ketulusan hati sungguh obat mujarab bagi sifat tamak, dengki dan iri hati.

Mari berbagi kebaikan maka kebahagiaan menjadi senantiasa bersemayam dalam hati kita, Have a nice Day everyone :”

 

Note : Ibu Sylvie adalah Bendahara Yayasan LPU Annaba (Rumah Peduli) yang hari ini berdomisili di tanjung Pandan mengabdi kepada suami yang ditugaskan disana dan mengisi kegiatan dengan sesekali menulis semoga keberkahan dan keselamatan selalu tercurah kepada beliau dan keluarga …

Related Post


Mulia karena menjadi pembersih WC (True story)
Mulia karena menjadi pembersih WC (True story)

Ambil pelajaran dari kisah nyata saudara kita ini .... full…

Karena Abdi Negara Adalah Kemuliaan dalam Kesederhanaan
Karena Abdi Negara Adalah Kemuliaan dalam Kesederhanaan

Sekelumit Kehidupan di Perantauan tulisan dari Bu sylvie semoga kita…

Kesabaran Ummul Mukminin Yang terbakar fitnah (Sebuah Pelajaran Kehidupan)
Kesabaran Ummul Mukminin Yang terbakar fitnah (Sebuah Pelajaran Kehidupan)

  Berita bohong itu dihembuskan oleh Abdullah bin Ubay bin…

Menteri Agama yang Juga Pedagang Beras
Menteri Agama yang Juga Pedagang Beras

terungkap bahwa Saifuddin memilih berdagang beras di Pasar Glodok sehabis…





Add Comment


Your email address will not be published. Required fields are marked *