Home  /  Tentang kita  / Mulia karena menjadi pembersih WC (True story)

Mulia karena menjadi pembersih WC (True story)


Mulia karena menjadi pembersih WC (True story)

Ambil pelajaran dari kisah nyata saudara kita ini ….

full videonya ada dibawah ya … bahasa inggris jadi saya terjemahkan bebas saja… :-)

 

mulia karena islamAnda tahu , Ayah saya, …ayah saya tertembak di depan masjid
tertembak di depan masjid…dan itu terjadi setelah sholat isya
Ayah saya sudah terbiasa membersihkan masjid

Kamar mandi dan sekelilingnya..orang – orang tidak begitu mengetahui siapa sebenarnya yang
membersihkannya , mengapa kamar mandi masjid selalu bersih , sampai ayah saya meninggal dunia…
dan kamar mandi masjid yang biasa ia bersihkan mulai tercium aroma tidak sedap

karena tidak seorangpun yang benar – benar memperhatikan akan kebersihan kamar mandi masjid
dan ayah saya,, dia ..dia tidak pernah membersihkan kamar mandi masjid ketika banyak orang masih disana

Sebelum Dia berangkat kerja dia akan berhenti dimasjid kemudian pergi untuk membersihkan kamar mandi masjid dia selalu … melihat waktu ketika orang tidak melihat dia melakukannya jadi tidak ada seorangpun tahu apa yang dia lakukan tapi hal ini selalu ia lakukan

suatu hari , dia adalah orang terakhir yang berada di masjid, …
kami memang tinggal dekat dengan masjid , ketika ayah saya keluar masjid dan saya berada di dalam rumah saya mendengar suara tembakan , tapi saya fikir itu bukan , karena itu adalah bullan Juli
dan hari kemerdekaan ( independence day) dan biasanya orang – orang menyalakan kembang api dan kejadian ini beberapa hari setelah perayaan itu , dan saya hanya berfikir mungkin itu hanya kembang api saja , beberapa orang hanya ingin menghabiskan kembang apinya

jadi ketika saya mendengar ayah saya memanggil saya …Abdulbary..Abdul Bary seseorang telah menembak saya…jadi saya lari ke ayah saya dan ketika Ia melihat wajah saya ia berkata :
Ashadu Alla Illa Ha Illallah… , Wa Asshadu Anna MuhammadarrRosullullah ..

kemudian saya mengatakan pada ayah saya setelah saya mendengar Ia mengucapkan itu : saya berkata Wahai Ayah , Saya tidak peduli siapa yang akan berbicara pada engkau setelah ini
jangan berkata satu katapun setelah ini , hanya dalam hatimu engkau telah berbuat banyak untuk Allah , bertobatlah pada-Nya, mintalah ampunan kepada Allah Ta’ala , dan mintalah belah kasih-Nya namun jangan berkata satu katapun setelah ini

setelah itu , Dia tidak pernah mengucapkan apapun , ambulan dan lainnya kemudian datang
kemudian petugas polisi , detektif mulai berdatangan dan mulai menginterogasi saya

Detektif mulai menanyaiku .. seperti biasa apa yang terjadi , apakah pintu masjid terbuka
dan saya mulai berjalan menerangi kepadanya apa yang telah terjadi

dan saya menjelaskan apa yang saya tahu secara normal… biasa saja.. , saya sedikit sedih memang tentang apa yang baru saja terjadi , tapi saya tidak berteriak atau histeris atau semacamnya

saya tenang dan berbicara seperti biasa saya berbicara

Setelah pagi hari , sang detektif berbicara kepada beberapa orang , sampai ia berbicara kepada salah satu teman saya, dia berkata , anda tahu saya belum pernah melihat , di seluruh kasus  pembunuhan di sepanjang hidup saya saya belum pernah melihat orang seperti teman kamu itu ..itu sungguh luar biasa ..!”

Keudian teman saya memberitahukan hal tersebut kepada saya ” kamu telah melakukan dakwah yang hebat ” katanya..” Dakwah Apa ? saya belum pernah berbicara apapun tentang islam kepada dia (detektif)”..

benar kata saya lagi saya tidak pernah berbicara apapun tentang islam ke dia…, jawabku menegaskan

Kemudian teman saya berkata : ‘kamu telah melakukan dakwah yang hebat..” kemudian ia bercerita , “Detektif itu datang kepada saya dan dia bilang : “Di seluruh hidup saya , saya telah menyaksikan ratusan dan ratusan kejadian pembunuhan saya belum pernah temui seorangpun , terutama mereka mereka yang punya hubungan dekat dengan korban pembunuhan seperti temanmu

bagaimana itu bisa terjadi ?? Dia bilang (detektif) itu tidak mungkin secara manusiawi , hal itu tidak mungkin terjadi secara manusiawi ia menegaskan untuk seseorang dalam kondisi tersebut dan anda tahu sebagian besar orang bisa sangat histeris

kemudian saya katakan kepada teman saya ini ,saya katakan : betul saya sangat sedih ketika kejadian itu , tapi Ayah saya mendapatkan sesuatu yang saya sangat inginkan dalam hidup ini , dan saya bahkan tidak pernah tahu apakah saya mendapat hal tersebut, kalimat terakhir yang beliau ucapkan adalah Laa Illa Ha Illallah dan Nabi Kita Muhammad Sallallahu alaihi wa salam bersabda : “Man kana akhiru kalamihi La Illa ha Illallah..dakhalall jannah..”barang siapa yang di akhir hidupnya mengucapka La Illaha Illallah.. maka ia masuk syurga ”
saya tidak tahu apakah ketika saya meninggal saya akan sanggup mengucapkan itu , Saya hanya berharap bahwa saya mendapatkan kemuliaan itu ..

Full storynya dah…

[vsw id=”s_hrZUKuvPo” source=”youtube” width=”425″ height=”344″ autoplay=”no”]

Related Post


Belajar Bahagia dari Singkatnya Usia..
Belajar Bahagia dari Singkatnya Usia..

Hidup itu Terlalu Singkat, Berbahagialah.   Ketika saya berturut-turut mengurus…

Menteri Agama yang Juga Pedagang Beras
Menteri Agama yang Juga Pedagang Beras

terungkap bahwa Saifuddin memilih berdagang beras di Pasar Glodok sehabis…

Zuhudnya Sang Singa Padang Pasir
Zuhudnya Sang Singa Padang Pasir

  Suatu hari Hafshah binti Umar datang menemui Umar bin…

Wanita yang do’anya Tembus ke Arsynya Allah
Wanita yang do’anya Tembus ke Arsynya Allah

Dikisahkan Amirul Mukminin Umar bin Khattab r.a sedang berjalan bersama…





Add Comment


Your email address will not be published. Required fields are marked *