Home  /  Rumah Peduli  / Rumah Peduli Sukawangi tambelang

Rumah Peduli Sukawangi tambelang


Rumah Peduli Sukawangi tambelang

KIPRAH RUMAH PEDULI SUKAWANGI /TAMBELANG
Mengubah Image Kampung Jawara

Nama kampung Gombang mungkin tidak begitu familiar di telinga sebagian kita, tapi kalau anda tanya di pasar induk Cibitung insya Allah mudah mendapatkan informasi tentang kampung Gombang, padahal jarak Pasar Induk ke Kampung Gombang cukup jauh, tetapi sebagian besar mandor, keamanan, sampai tukang panggul di pasar induk Cibitung berasal dari sana, boleh dibilang “penguasa” Pasar Induk Cibitung adalah orang kampung Gombang, yang terkenal sebagai kampung “jawara” di wilayah utara Bekasi, tepatnya masuk wilayah Kecamatan Sukawangi, yang dulu sebelum pemekaran daerah termasuk wilayah Tambelang. Dan LPU An Naba merintis pendirian Rumah Peduli Sukawangi di Kampung Gombang melalui Kiprah akhi Raman (Alumni SMAN 1 angkatan 90) yang mengelola Madrasah / TPQ Darus Salam di atas tanah wakaf 600 m2.

anak - anak tambelang mushola  kami rumah peduli tambelang orang tua kami di Rumah peduli tambelang rumahkami di rumah peduli tambelang sekolah kami tempat belajar kami tempat berlindung kami tpq darussalam
Madrasah Darus Salam awalnya hanya mengelola TPQ (Taman Pendidikan Qur’an) dengan fasilitas saung bambu panggung terbuka ukuran 5 x 5 m di atas empang tapi santri yang dididik jumlahnya sekitar 100 orang, usia tk, sd dan smp. Dengan 3 orang pengajar yang gak pernah dibayar karena santri nya memang tidak dipungut biaya.

Alhamdulillah dengan modal tekad dan keyakinan, di awal semester lalu berhasil membangun 2 lokal belajar permanen di depan saung bambu tadi dengan memanfaatkan bantuan program pemerintah PNPM mandiri sehingga berani merintis Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Tsanawiyah (MTs). Saat ini ada 10 orang Murid MI , 20 murid MTs dan 5 orang santri kader usia SMP SMA yang sekolah di luar tapi mondok disana yang semuanya tidak dipungut biaya karena mayoritas adalah masyarakat tidak mampu.
********
Untuk mengatasi keterbatasan sarana maka satu lokal permanen tadi dijadikan ruang belajar 20 orang siswa MTs, sedang satu lokal lainnya dijadikan kantor sekaligus tempat mondok 5 santri kader dengan fasilitas tidur diatas tikar dan karpet usang. Sedangkan Saung bamboo di atas empang dijadikan ruang kelas MI dipagi hari dan ruang belajar TPQ pada siang dan sore hari.

Sedangkan tenaga pendidik yang ikut membantu dengan semangat keikhlasan yang luar biasa berjumlah 10 orang. Pada 3 bulan awal mereka mendapatkan sekedar uang lelah hasil dari sokongan donatur setempat, sebesar Rp 150.000 untuk 3 bulan alias hanya 50.000 rupiah per bulan, bahkan untuk 3 bulan terakhir sampai saat ini belum ada dana untuk honor guru.
Sedangkan santri kader yang mondok disana makan dengan menu seadanya, sekolah sambil belajar cari tambahan secara mandiri, dengan berjualan makanan, minyak wangi dll. Tapi mereka tetap semangat menuntaskan kegiatan belajar selama satu semester ini. Dengan harapan nantinya dapat mengubah image kampung Gombang dari kampung Jawara menjadi kampung santri.
***********
Melihat kesungguhan saudara-saudara kita di kampung Gombang tersebut LPU An Naba menjadikannya sebagai Rumah Peduli yang ke empat, dan ingin menghimpun dana untuk bantuan jangka pendek dan jangka menengah atau panjang.

Kebutuhan mendesak adalah insentif uang lelah 10 orang guru, jika diberikan 100 ribu per bulan per guru saja dibutuhkan dana satu juta per bulan berarti untuk 3 bulan butuh dana Rp 3.000.000,-. Kebutuhan lain adalah perlengkapan mondok santri kader agar lebih layak huni, untuk loker plastik dan kasur lantai sekitar Rp 2.000.000,-

Sedangkan untuk jangka menengah dan jangka panjang agar bisa mandiri LPU An Naba memfasilitasi usaha budi daya tanaman Sirih Merah untuk produksi obat herbal dengan modal awal Rp 500.000,- dan budi daya ternak ikan lele di kolam terpal (karena sering kebanjiran) dibutuhkan modal awal sekitar Rp 3.000.000,- ………………….. Ayo siapa mau bantu ?

 [vsw id=”nt9q2Vrq-xs” source=”youtube” width=”425″ height=”344″ autoplay=”no”]

Related Post


Kisah Qurban Yang Menyentuh Hati
Kisah Qurban Yang Menyentuh Hati

Ya Allah...Malu sekali membaca kisah nyata ini... Teguran , Saya…

Laporan keuangan rumah peduli desember 2013
Laporan keuangan rumah peduli desember 2013

Menjelang akhir tahun Masehi, perkenankanlah kami menyampaikan Posisi Keuangan yayasan…

Kami Miskin, dan semakin Miskin : Jebakan Riba (rentenir kampung)
Kami Miskin, dan semakin Miskin : Jebakan Riba (rentenir kampung)

Keluarga besar pak Rusmanto tinggal di lingkungan padat kelurahan Kranji.…





Add Comment


Your email address will not be published. Required fields are marked *