Home  /  Tentang kita  / Zuhudnya Sang Singa Padang Pasir

Zuhudnya Sang Singa Padang Pasir


Zuhudnya Sang Singa Padang Pasir

zuhudnya-singa-padang-pasir

 

Suatu hari Hafshah binti Umar datang menemui Umar bin Khaththab. Hafshah tidak tahan melihat ayahnya yang hidup prihatin dan terlalu bersikap zuhud.  Hafshah berkata kepada ayahnya, “Allah telah menganugerahkan kebaikan dan  melapangkan rezeki untuk ayah. Alangkah baiknya , sekiranya ayah memakan makanan yang lebih enak dari ini dan mengenakan pakaian yang lebih bagus dari pakaian ini.” Umar menjawab, “Aku akan membuatmu menjadi hakim untuk menghakimi dirimu sendiri. ”Setelah itu,  Umar menceritakan tentang kehidupan susah yang dialami Rasulullah. Umar menceritakan tentang perihal kehidupan hingga membuat Hafshah meneteskan air mata. Kemudian Umar berkata, “Aku memiliki dua orang sahabat yang berjalan di suatu jalan. Bila aku menempuh jalan yang susah, aku berharap semoga aku bertemu dengan mereka berdua dengan kehidupan yang makmur di negeri akhirat kelak.” (Diriwayatkan oleh Ahmad)

Begitulah cara Umar bin Khaththab mengajarkan tentang kehidupan kepada anaknya, Hafshah. Umar memandang kehidupan dengan cara pandang Qur’ani sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Rasulullah. Dunia ini adalah tempat ujian dan cobaan. Dunia ini adalah ladang untuk kehidupan di akhirat. Umar membebaskan diri dari godaan dunia yang menipu berupa kekuasaan, kemewahan, dan perhiasan duniawi.  Ia tunduk patuh dan berserah diri kepada Allah lahir maupun batin. Ia telah sampai pada puncak hakekat keimanan yang menorongnya untuk bersikap zuhud di dunia.

Umar juga mengajarkan pada kita tentang arti dunia, diantaranya.

  1. Keberadaan kita di dunia ini seperti orang asing atau pengembara, sekedar lewat.

“Jadilah engkau di dunia ini seakan-akan engkau adalah orang asing atau pengembara yang hanya sekedar lewat.” (HR. Tirmidzi)

 

  1. Dunia tidak ada harganya di sisi Allah kecuali jika dihiasi dengan ketaatan kepada-Nya.

“Sekiranya dunia ini di sisi Allah seimbang dengan sayap seekor nyamuk, maka Dia tidak akan memberikan minum kepada satu orang kafir pun. (HR. Tirmidzi)

 

  1. Umur dunia ini singkat. Ia lebih dekat dengan massa penghabisan.

“Aku diutus (dan perbandingandan perbandingan antara masa diutusku dengan) Hari Kiamat adalah seperti dua jari ini (beliau menggandengkan kedua jarinya yaitu jari telunjuk dan jari tengah).” (HR. Muslim)

 

  1. Kehidupan akheratlah yang abadi dan kekal.

“Hai kaumku, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akherat itulah negeri yang kekal. Barangsiapa yang mengerjakan perbuatan jahat, maka dia tidak akan dibalas melainkan sebanding dengan kejahatan itu. dan barang siapa yang mengerjakan amal yang shaleh baik laki-laki maupun perempuan sedang dalam keadaan beriman, maka mereka akan masuk surga, mereka diberi rezeki di dalamnya tanpa hisab.” (QS. Ghafir:39-40)

Lelaki yang mengenakan sarung dengan sepuluh hingga dua belas tambalan ini tak risih menegakan hukum dan keadilan Islam saat dia menjabat sebagai seorang khalifah. Baginya tak perlu pencintraan secara lahiriah. Kewibawaan seorang pemimpin berasal dari kebijakan dan ketegasannya bukan dari penampilan lahiriah.

Dalam masa pemerintahannya, Umar telah menaklukan Irak dan membuka pintu Syam, Libia dan Mesir. Namun hal itu tidak membuatnya menjadi tamak akan dunia.  Puncak kebahagiaan Umar adalah bekerja untuk memuliakan agama Allah dan menumpas kekuatan barisan kaum musyrik. Zuhud merupakan sifat yang paling menonjol dalam kepribadian Umar. Sa’ad bin Abi Waqqash berkata, “Demi Allah, Umar bukanlah orang yang paiing dini berhijrah daripada kami. Aku telah mengetahui apa yang membuatnya lebih utama daripada kami, yakni dia lebih zuhud di dunia dibanding kami.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dan Ibnu Asakir).

 

Related Post


Wanita yang do’anya Tembus ke Arsynya Allah
Wanita yang do’anya Tembus ke Arsynya Allah

Dikisahkan Amirul Mukminin Umar bin Khattab r.a sedang berjalan bersama…

Terimakasih Guru hebatku ….
Terimakasih Guru hebatku ….

Kemarin lihat banyak status temen di Facebook , pada ngucapin…

Menteri Agama yang Juga Pedagang Beras
Menteri Agama yang Juga Pedagang Beras

terungkap bahwa Saifuddin memilih berdagang beras di Pasar Glodok sehabis…

Efek Gombalisasi (catatan kecil tentang PKN)
Efek Gombalisasi (catatan kecil tentang PKN)

Hari ini Rame tentang PKN (Kalau belum mengerti apa itu…





Add Comment


Your email address will not be published. Required fields are marked *